Info Mendaftar Sekolah S2 ke Amerika Serikat (AS)

Tufts University Boston

*Ini tulisan request teman kerja saya di Bali Camp, semoga bisa berguna juga buat yang lain. πŸ˜€

Jadi sekarang anda tertarik untuk melanjutkan studi anda ke luar negeri, lebih spesifiknya ke Amerika Serikat (AS atau US), dan anda sedang mencari-cari informasi bagaimana caranya. Saya harap tulisan saya ini bisa membantu anda untuk mendapatkan sekolah yang anda inginkan.

Bila anda mencari informasi tentang bagaimana caranya mencari beasiswa mungkin tulisan saya ini tidak bisa terlalu membantu karena saya tidak tahu caranya juga. Tapi bila anda mencari hal-hal apa saya yg secara general anda perlu ketahui sebagai syarat untuk diterima di universitas di US, anda sedang membaca tulisan yg sangat tepat. πŸ˜€

Cukup Basa-Basinya, Gimana Caranya?

Sip, anda tidak suka basa-basi, demikian juga dengan saya. Jadi saya langsung kasih tahu saja modal utama yang anda perlukan untuk sekolah di US:

β€œKemauan yang kuat!”

Untuk melanjutkan sekolah dimanapun sebetulnya diperlukan kemauan yang kuat, tapi akan lebih diperlukan lagi bila anda ingin sekolah di luar negeri, karena panjangnya proses-proses yg seseorang harus tempuh untuk sampai diterima di sebuah sekolah.

Sejujurnya sih, modal utama yg diperlukan adalah uang, tapi setelah saya pikir-pikir, dengan kemauan yang kuat seseorang bisa mendapatkan uang yg diperlukan. Sedangkan dengan uang yg banyak belum tentu orang itu bisa mendapatkan kemauan yang kuat.

Saya sudah punya tekad kuat mau sekolah, terus mulai dari mana?

Nah, berikutnya yang anda perlukan adalah informasi, bukan hanya sekedar informasi apa saja, tapi informasi yang tepat dan akurat. Udah kayak iklan surat kabar aja ya? Tapi begitulah, ini jaman informasi kawan! Dengan informasi yang tepat seseorang bisa lebih berhasil dari orang yang lain.

Dimana anda bisa cari informasi? Kalau anda sedang membaca tulisan saya ini di blog saya (www.djitz.com) berarti anda sudah berada di tempat yang tepat untuk mencari informasi, yaitu di internet.

Terus apa lagi?

Sekarang let’s get serious!

1. Jurusan

Apakah anda sudah putuskan anda akan mengambil jurusan apa? Pastikan anda sudah bulat dengan jurusan yang akan anda tempuh nantinya, jangan setengah-setengah. Sekolah yang bagus hanya akan menerima murid-murid yang sudah memiliki tujuan untuk mengambil jurusan apa dan mengapa.

Contohnya, saya mengambil jurusan Master of Computer Science. Saya dari dulu sangat tertarik dengan komputer dan menikmati membuat program-program di komputer. Saya telah bekerja sebagai programmer selama lebih dari dua tahun dan dengan mengambil studi S2 di bidang computer science maka saya akan semakin mendapatkan ilmu yang saya butuhkan dalam karir profesional saya.

2. Sekolah

Sekarang anda sudah tahu jurusan yang anda akan ambil dan sekarang anda belum tahu akan sekolah dimana. Tentu saja, ada ribuan sekolah di Amerika tapi yang terutama sekarang adalah yang manaaaa???

Untung saja kita berada di jaman informasi dan informasi tentang ranking sebuah sekolah di US mudah didapatkan secara online. Biasanya majalah-majalah akan membuat ranking tahunan, tetapi majalah yang paling terkenal adalah US News.

Silahkan klik link US News di atas dan pilih Best Colleges bila anda mencari sekolah S1, atau Graduate Schools bila anda mencari S2.

Contoh lagi, saya sudah tahu saya akan mengambil Master of Computer Science tapi saya belum tahu akan mengambilnya di sekolah yang mana. Maka saya membuka US News, lalu Graduate Schools, lalu Science, dan akhirnya Computer Science.

Nah, maka akan ada list sekolah-sekolah terbaik di US berdasarkan peringkat yang dilakukan oleh US News. Anda akan melihat sekolah-sekolah seperti Carnegie Mellon, MIT, Stanford, UC Berkeley dan seterusnya.

Masih bingung juga? Pasti..! Karena bagaimana kita tahu kita bisa diterima di sekolah yang mana? Sejujurnya kita tidak akan pernah pasti tahu sampai kita menerima surat diterima atau ditolak.. tapi untuk sementara kita lanjut dulu ke hal berikutnya.

3. TOEFL

Nah ini dia.. test yang sangat terkenal dari jaman dahulu kala. TOEFL adalah test bahasa Inggris (ya iya laaah…) yang pasti anda perlukan bila anda akan bersekolah di Amerika.

Seperti apa testnya? Tolong diingat saya sering mendengar orang-orang bertanya kepada saya apakah nilai TOEFL saya di atas 500 atau 600. Lalu saya jawab hmm.. maaf ya tapi nilai TOEFL saya cuma 111. Maka saya akan melihat wajah bingung mereka.

TOEFL itu memang dulu highest scorenya 677. Itu dulu waktu masih pakai kertas. Sekarang TOEFL itu sudah berubah dua kali wujudnya. Yang pertama menjadi CBT (Computer Based Test) dan semenjak tahun 2005 menjadi iBT (Internet Based Test).

Jadi ada empat jenis TOEFL:
1. TOEFL PBT (Paper Based Test)
2. TOEFL CBT (Computer Based Test)
3. TOEFL iBT (Internet Based Test)
4. TOEFL Institutional

Ok, TOEFL CBT sudah punah, jadi tidak ada lagi. Sekarang yang tersisa tinggal tiga jenis TOEFL. TOEFL yang diakui international sekarang adalah PBT dan iBT. TOEFL Institutional adalah TOEFL yang dilaksanakan oleh institusi lain, bukan ETS (pembuat test TOEFL).

TOEFL PBT masih ada tapi sudah jarang sekali, dan tidak akan dilaksanakan bila tidak ada keperluan khusus, misalnya di daerah tersebut tidak ada internet.

Range nilai TOEFL PBT adalah 310 – 677, sedangkan range nilai TOEFL iBT adalah 0 – 120. Kebanyakan universitas akan meminta nilai iBT anda paling tidak di atas 90.

Ok, saya akan belajar TOEFL nanti saja, apa lagi?

4. GRE dan GMAT

Selamat, anda tidak merasa kesulitan menghadapi test TOEFL. Selamat datang di tantangan berikutnya!

Bila anda akan mengambil jurusan MBA, maka anda akan diminta untuk mengambil test GMAT terlebih dahulu. Sedangkan untuk jurusan S2 lainnya, biasanya anda akan diminta untuk mengambil test GRE.

Jadi apa maksudnya dengan dua test ini? Sebetulnya kedua test ini sangat mirip satu dengan yang lain. Saya tahu karena saya sudah mengambil kedua test ini. Pada intinya, GRE dan GMAT akan lebih lanjut mengetest kemampuan berpikir anda.

Ada tiga bagian utama dari GMAT dan GRE:
1. Matematika
2. Bahasa Inggris
3. Essay

Highest score:
GMAT – 800
GRE – Quantitative (Math) – 800
Verbal (Bhs Inggris) – 800
Total – 1600

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang kedua test ini disini karena akan panjang dan lebar sekali. Tapi ingat, kedua test ini bisa menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan sekolah nanti. Mengapa? Karena ini satu-satunya cara objective anda mengetahuin anda memiliki kemungkinan untuk diterima di sekolah apa.

Banyak sekolah tidak menuliskan berapa minimum nilai GMAT dan GRE yang diperlukan, tapi bukan berarti mereka tidak melihat nilai-nilai ini.

Contohnya, University of Texas at Dallas menyebutkan bahwa untuk program Master of Computer Science, minimum nilai GRE adalah 500 utk verbal, 700 utk Quantitative, dan 4 untuk essay.

Sedangkan Harvard tidak mencantumkannya.

Sekian informasi tentang GRE dan GMAT, sekarang ke faktor berikutnya.

5. UANG

Jujur aja, ini bisa jadi faktor penentu juga, karena semakin bagus sebuah sekolah maka akan semakin mahal uang sekolahnya. Agak berbeda dengan di Indonesia, sekolah-sekolah di Amerika tidak meminta uang pembangunan yang mahal, tapi memang uang sekolahnya sendiri sudah mahal.

Sedikit informasi, negara bagian tempat sekolah juga akan menentukan biaya hidup yang anda perlukan nantinya. Beberapa negara bagian seperti Texas biaya hidupnya tidak terlalu mahal karena harga-harga makanan disana lebih murah di negara bagian lain seperti Massachusetts.

Tapi lebih nanti saja pikirkan soal uang ini. Seperti kata pepatah, bila ada kemauan, maka ada jalan! Setuju? πŸ˜€

Binguung.. Terus mesti mulai dari mana nih sekarang?

Masih bingung juga? Ikuti saja dulu hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas. Saya akan ulangi sekali lagi:

1. Ketahui jurusan yang anda inginkan
2. Cari sekolah-sekolah yg anda inginkan (minimal 3)
3. Siap-siap ambil test TOEFL dan GRE atau GMAT

Ada pertanyaan? Silahkan tulis comment di bawah atau email saya (tridjito (at) yahoo (dot) com). πŸ˜€


Author: Trijito Santoso

I’m Trijito Santoso, a Seventh-Day Adventist, a medical technology and computer science graduate, and a software developer. The reason why I shifted from medical technology to computer science is because I love to create things (design, software, articles, anything), and being a software developer allows me to create things everyday. I graduated from Northeastern University, Boston, with a degree Master of Science in Computer Science. My resume is available on my LinkedIn.

48 thoughts on “Info Mendaftar Sekolah S2 ke Amerika Serikat (AS)”

    1. Hahaha! Karena banyak berdoa makanya dapet nilai segitu bro! πŸ˜€
      Elo juga pasti bisa lebih tinggi dari nilai itu..

  1. tulis dong sekarang kul dimana.tulis juga dong rasanya masuk ditempat kul yang sekarang..jadi bisa buat referensi…hehehe

    1. Makanya tunggu post berikutnya Mod! πŸ˜€
      Lagian ini kan belum mulai kelas, masih berlanjut nanti, masih banyak tips dan trik menarik untuk disimak, tenang saja..

    1. Sama-sama Dik! πŸ˜€
      Dari dulu sebetulnya dah kepikiran buat tulis blog post dengan topik ini, tapi setelah kamu minta baru betul-betul jadi cari waktu untuk tulis. Hehehe! πŸ˜€

      Oh iya, rekomendasi dosen dan IPK belum sempat aku bahas. Kalau IPK biasanya seperti nilai GRE juga, jadi ada sekolah yg menuliskan minimumnya berapa dan ada yang tidak, ada bagusnya kita tahu berapa nilai rata-rata IPK di sekolah tersebut. Rata-rata mereka minta IPK di atas 3.0 untuk skala 4.

      Kalau tentang rekomendasi, ini pasti akan menjadi bahan pertimbangan kuat juga dari sebuah sekolah. Tergantung sekolahnya ada yang meminta rekomendasi dari dosen, dari atasan pekerjaan, atau dari dua-duanya. Di Texas A&M University (TAMU) College Station misalnya, karena sekolah ini lebih mengarah kepada research maka rekomendasi yang mereka inginkan adalah dari dosen.

      Ada baiknya meminta rekomendasi dari dosen ataupun atasan yang betul-betul kita kenal sehingga mereka bisa memberikan rekomendasi yang baik tentang kita. Kita gak mau juga kan semua profile dan nilai kita sudah bagus, tetapi karena rekomendasi kita jadi kurang bagus. πŸ˜€

  2. tulisannya boleh juga neh.. ntar tulis seri berikutnya yah..kalau ini kan ttg pendaftarannya, nah tulis jg pengalaman masuk kuliah, terus pas kuliahnya.. smg bisa menyusulmu, jito.. hehehe.. tapi “kemauan yang kuat” tuh yang paling susah buat aku.. πŸ˜€

  3. @Nia,
    Beres.. Ntar ada tulisan-tulisan berikutnya soal sekolah disini dan tips triknya.

    Kalo mau pasti bisa kok! Ok deh, nanti tulisannya akan semakin bikin panas-panasin orang supaya tertarik sekolah lagi. Hahaha! πŸ˜€

  4. kenapa harus kul di LN ? ada apa dengan univ2 di indonesia ? apa peluang kul di LN semakin membuka peluang untuk kerja di LN juga ? (tapi sepertinya gitu ya) πŸ˜€

    1. @ocha,

      yup, sebetulnya gak ada yang mengharuskan kuliah di LN.. Indonesia jg punya sekolah2 yang tidak kalah kualitasnya dengan sekolah di luar.
      tapi… tidak ada salahnya juga kan kuliah di luar, karena jadi bertambah banyak pengalaman dan teman2. there is so much to learn out there,
      not only academically.. πŸ˜€

  5. Bos, kan dah disana nih, mungkin tulisan selanjutnya bs tuh mengenai info TKI disana. Dari pada kami ke negeri jiran (berujung derita klo ga disetrika, disiram air panas), mending cari disana kan. Terutama pekerjaan kuli2 keyboard ini lah…

    Yah, kalo cuci2 piring, nyuci, bersih2 gt bisa jg lah saya. πŸ˜€

    1. @hazel,

      Beres bos.. nanti aku cari lah info jadi TKI disini. Tapi bos, denger2 gaji bos di Chevron dah mantap nih, yakin masih mau jadi TKI lagi disini?

  6. Sip deh postingnya, tuk toefl gre/gmat sdh ckp mengerti, tapi untuk urusan uang kyny sy harus dapet dari beasiswa krn klo sendiri gak mampum, mgkin klo ke US lewat AMINEF kan, ada tips n saran gak mngenai ini?

    1. @Ahmad,
      Thanks! Hmm.. Iya, setahu saya AMINEF itu memberi beasiswa Fullbright, beasiswa sekolah ke AS yang terkenal.
      Sayangnya saya kurang tahu soal info beasiswa, kecuali biasanya mereka suka pasang iklan beasiswa di koran2 atau di internet.

      Info Fullbright

    1. Halo Yoma,

      Untuk biaya berbeda2 tergantung sekolah dan jurusan S2 yg akan di ambil. Contohnya untuk MBA biasanya lebih mahal dibanding jurusan Master of Science (MS). Lebih pastinya perlu cek ke website atau email ke sekolahnya.

      Paling tidak agar sekolahnya bisa mengeluarkan surat I-20 biasanya mereka minta surat bank atau rekening bank 3 bulan terakhir dengan uang yg cukup untuk biaya sekolah dan hidup 1 tahun.

  7. Wah, mantap nich info. πŸ™‚

    Dari komen2 yg sy bc d postingan lain, anda sbut bhwa klu ingin mendaftar S2 Computer Science di MIT misalnya, harus juga berasal dari PT dengan top IT PT, apkah ini sngat mempengaruhi ? dan darimana saya bisa mengetahui bahwa kampus saya top IT PT di indonesia ? Thx πŸ™‚

    1. @Hary,
      Sepertinya saya perlu koreksi dikit kata2 saya sebelumnya, “Sekolah2 tertentu seperti MIT ‘lebih cenderung’ menerima murid2 dari sekolah2 teknik top (baca: universitas negeri) di negara lain.” Alasan saya menyebutkan hal ini adalah karena menurut saya di antara sekolah2 antar negara pun mereka punya hubungan satu dengan yang lainnya. Ini tentu saja berpengaruh dengan penilaian board of admission. Tapi tentu saja penilaian board of admission (yg menentukan kita diterima atau tidak) terdiri dari beberapa hal, tidak hanya ini. πŸ˜€

      Soal mengetahui ranking kampus anda, saya kurang tahu bagaimana caranya secara pasti karena tidak banyak organisasi yg membuat ranking perguruan tinggi di Indonesia.

      Pada intinya adalah, kemungkinan kita diterima di suatu sekolah itu terdiri dari banyak faktor, jadi seandainya kita merasa kurang di salah satu faktor, kita bisa coba mengkompensasinya di faktor yg lain. Dan bila kita merasa kuat di semua faktor2 ini, kemungkinan kita diterima semakin tinggi, walaupun tidak 100% juga. πŸ˜€

  8. Yach, aku tidak mau aja kelihangan waktu setahun hanya untuk mempersiapkan diri daftar ulang di PT2 terbaik di indonesia, daripada saya buang waktu setahun untuk memikirkan daftar ulang, mending saya gunakan aja waktu itu buat mempersiapkan kuliah S2 di luar negeri. Cuman saya bimbang karena orang tua saya tidak mempercayai kampus saya dan mengharapkan saya untuk kuliah di PT2 terbaik di Indonesia aja.

    Saya takut aja kalau faktor itu bisa mempengaruhi sampai 50%, wah ini kebesaran. mudah2an cmn 5-10% aja. Terima Kasih udah meyakinkan pilihan saya.

    Mo nanya lagi nich, kalau jurusan Informatics Engineering itu bagusnya di PT mana yach di LN ? soalnya yang saya dapat di internet cuman dari computer science aja.

    1. Beberapa caranya mungkin dengan membuat nilai IPK anda bagus, dan juga dengan mengerjakan project2 atau research2 dengan dosen2 selama kuliah. Karena nantinya anda juga bisa mendapatkan rekomendasi dari dosen2 tersebut.

      Informatics Engineering itu apa maksudnya Computer Engineering?

  9. wah…keren sekali ini infonya bang…

    saya juga masih bingung nih pengen ambil jurusan apa di USA…ada saran gak?

    BTW kalo GMAT itu test nya di mana ya?

    Tenks a lot atas jawabannya bang…

    1. Hi Iis,
      Terima kasih, semoga info2 di blog ini bisa membantu.
      Untuk jurusan yg ingin diambil, itu tergantung dari cita2 kita masing2.
      Test GMAT di Jakarta setahu saya hanya di satu tempat, yaitu di UI Salemba.

  10. Iya, Informatics Engineering itu termasuk dalam Computer Science, cuman beda nama aja, meskipun kurikulumnya agak sedikit berbeda.

    Masnya, ambil tes TOEFL iBT dimana yach ? Kalau boleh tahu berapa lama persiapannya buat dapat nilai 112. Terima kasih

  11. bang djitz,, mw nny ni bang,, saya utk start emg msh bingung,,terutama utk toefl,,saya msh nemuin hambatan utk bljr toefl,,gmn y bang ente bs dpt score toefl setinggi itu? apkh ente les atw gmn? bs g ngasi tips utk bs dpt nilai setinggi it? trs berapa lama wkt yg dibutuhin utk dpt score setinggi itu? thnk u

    1. @ifan,
      hambatan untuk belajar TOEFLnya apa? saya tidak ambil les sebelum TOEFL, saya belajar sendiri selama 1 bulan dengan materi dari sumber2 di internet. Mungkin salah satu alasan saya tidak perlu terlalu lama persiapan untuk TOEFL adalah karena saya sekolah S1 di Filipina, dan sudah cukup fasih bahasa Inggris.

      Bagian yg paling menantang adalah Speaking, karena waktu yg diberikan utk memikirkan jawabannya cukup singkat (15 detik).

  12. Hai Mas Djitz, apa perbedaan computer science dan software engineer? Saya mau cari buat Master di U.S, Saya mau kuliah yang kebanyakan praktek (sit and code), ga mau yang kebanyakan teoritis matematika. Saya baru saja lulus dan sedang usaha di bidang website. Apakah pengalaman kerja juga menjadi pertimbangan?

    TOEFL Saya masih jelek. Sepertinya harus tinggal di luar negeri biar lancar. Haha..

    1. @Furqan,

      Software engineering adalah salah satu bagian dari computer science, seperti halnya dengan Database, Network, Artificial Intelligence (AI), dll. Kalau kamu suka praktek, memang betul lebih ke arah software engineering. Hanya saja tetap perlu mengambil beberapa pelajaran teori yg berisi matematika, karena di level S2 ke atas, masalah2 yg perlu dipecahkan lebih rumit dan melibatkan konsep2 matematika, bukan hanya aplikasi CRUD dengan beberapa logic.

      Pengalaman kerja bisa sangat membantu karena jadi lebih banyak pengalaman dan jam terbang ngoding. Apa maksudnya pertimbangan diterima atau tidak oleh sekolah? Ya, ini salah satu faktor juga, karena intinya sekolah selalu mencoba mencari kandidat2 yg terbaik.

      Hahaha.. bisa juga, atau latihan dan kursus juga bisa kok, yg penting kan terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Coba aja ngeblog dengan bahasa Inggris sekali-sekali.

  13. Makasih ya Mas Djitz sudah di bales.
    Iya, ada teori dikit-dikit gpp, Saya takut kejebak malah kebanyakan teori ketimbang praktek(pernah baca blog orang).

    ***

    Nanya lagi ni, Saya kan bisanya PHP, nah syarat software engineer itu PHP juga ga? Apa harus punya skill desktop programming (C++, Phyton, dsb)?

    Kalo Mas Djitz bahasanya apa?

    Kalo software/aplikasi seperti dropbox (pokoknya cloud/website) itu juga dipelajari? Apa software engineer itu hanya belajar desktop aplikasi?

    1. @Furqan,

      Memang ada beberapa sekolah yg saya tahu yg lebih ke arah research, makanya lebih baik baca2 website departement computer science sekolah2 yg dituju terlebih dahulu, juga cari tahu kelas2 apa yg dimiliki, supaya tidak terjebak. πŸ™‚

      Hmm.. teorinya sekolah2 akan berusaha untuk tidak terlalu language-centric, hanya pada prakteknya memang susah kalau Professornya sudah suka suatu bahasa, dan ini tergantung Prof2 di sekolah itu. Menurut saya ada bagusnya kalau mengerti C/C++, Java, dan /atau .NET karena ini bahasa2 yg sering dipakai. Tapi yg paling penting sebetulnya adalah pengertian basic tentang programming dan kemampuan untuk cepat mengerti bahasa lain, jadi apa pun bahasa yg digunakan di kelas tidak masalah.

      Saya dari dulu selalu menggunakan Java, tapi di semester pertama pelajarannya dengan Racket, dan semester ini pilihannya Python atau Perl.

      Mungkin sekarang belum begitu banyak yg menawarkan course tentang cloud, tapi basicnya mungkin sudah dari dulu, seperti grid computing. Just a thought, dropbox itu lebih besar peran desktop clientya dibanding webnya, karena webnya kan hanya user interface, tapi prinsip dasar aplikasinya seperti version control. Menurut forumnya mereka menggunakan C++ dan Python (link).

  14. owh, gitu ya, sip sip.

    Nah, Mas Djitz kan kuliah di Northeastern University, Boston. Kok ga di Stanford, MIT, Berkeley atau Carnegie Mellon? Soalnya 4 kampus tadi yang Aku tau komputernya.

    Kalo pilihan Aku:
    1. Stanford (Highest)
    2. Berkeley(Moderate)
    3. Carnegie Mellon (Save)

    Bagus ga? Oya, mas pernah juara olimpiade atau apa gitu?

    1. @Furqan,

      Mungkin ada salah mengerti soal tiga kategori sekolah yg saya sebutkan sebelumnya. Ketiga sekolah yg kamu pilih itu tiga2nya ranking #1 di US (link), jadi boleh dibilang tiga2nya adalah pilihan ambisius.

      Alasan saya kuliah di Northeastern University di Boston karena ini sekolah terbaik yg menerima saya, dan jg karena program internshipnya yg terbaik di US (link). Walaupun tidak terkenal, masih ada banyak sekolah2 lain yg bagus di US, bisa dilihat di US News ranking di atas.

      Saya tidak pernah juara olimpiade atau apa pun, saya baru mulai programming dari tahun 2008.

  15. Owh, mereka semua universitas top ya. Hehe…

    Mas Djitz bisa kasih rekomendasi universitas yang ambisius, moderate, dan save?
    Pokoknya yang coding oriented.

    Saya sekarang lagi belajar bikin themes wordpress. Suka ngoding deh pokoknya. πŸ™‚

  16. Mas saya mau tanya, step selanjutnya setelah semua persiapa itu apa ya? seperti pendaftaran atau registrasi online seperti itu dimana. apa hanya ada di web tiap Univ itu sendiri atau gimana. termasuk melihat list persyaratan untuk pedaftaran gitu dimana?

    1. @iis,
      Betul, semua sekolah disini biasanya punya informasi cara mendaftar dan syarat2nya di websitenya. Banyak yg sudah otomatis juga, jadi anda perlu membuat account dan segala processnya dan requirementnya diattach atau diinput disitu. Bila ada pertanyaan, bisa juga email contact yg tertera di website mereka, bisa bagian registrar universitas tersebut atau department jurusan yg dituju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *